Penulis: Ustadzah Aristi Ulul Chasanah, S.Pd. (TKIT Al Uswah)
CINTA MENGAJI
Mengaji adalah kegiatan yang sangat indah. Dengan mengaji, kita belajar mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, membaca ayat-ayat Allah, dan belajar menjadi anak yang baik. Mengaji juga membuat hati kita menjadi tenang dan bahagia. Setiap pagi atau sore, kita bisa meluangkan waktu untuk mengaji. Kita duduk dengan rapi, membawa buku Iqra atau Al-Qur’an, lalu mendengarkan ustazah atau orang tua yang mengajarkan kita. Kita belajar membaca huruf hijaiyah satu per satu. Walaupun terkadang terasa sulit, kita tidak boleh mudah menyerah. Mengaji bukan hanya tentang bisa membaca Al-Qur’an. Saat mengaji, kita juga belajar banyak hal baik. Kita belajar bersabar, disiplin, mendengarkan, dan menghormati guru. Kita juga belajar mengucapkan kata-kata yang baik, menyayangi teman, menghormati orang tua, serta berbagi kepada sesama.
Membentuk generasi rabbani penerus para nabi bisa kita ajarkan sejak dini. Salah satunya dengan mengenalkan huruf hijaiyah kepada anak-anak supaya timbul rasa senang mengaji dan mengenal Al-Qur’an. Banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan mengaji, antara lain membuat hati kita menjadi tenang, lebih dekat dengan sang Pencipta dan tentunya menjadi ladang pahala buat kita.
Mengaji merupakan wujud dari bina pribadi islami yang mana bisa membangun karakter islami pada diri pribadi masing-masing. Kita bisa mulai mengajarkan kepada anak-anak sejak dini supaya mengaji menjadi kebutuhan yang utama dan bisa di amalkan setiap hari. Seperti hadist Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya (HR. Bukhari).
Anak-anak ibarat kertas putih. Apa yang kita tulis sejak dini, akan membekas sampai besar. Di usia emas 0-6 tahun, otak anak menyerap 80% informasi dengan sangat cepat. Inilah waktu terbaik mengenalkan Al-Qur’an bukan sebagai beban, tapi sebagai sahabat. Mengenalkan hijaiyah tidak harus dengan cara yang kaku. Kita bisa mulai dengan cara yang menyenangkan. Ajak anak mengeja Alif, Ba, Ta dengan lagu, dengan tepuk, dengan kartu warna-warni, dengan puzzle. Ketika anak merasa senang, maka rasa cinta itu akan tumbuh sendiri. Dari senang menjadi cinta, dari cinta menjadi kebutuhan. Allah berfirman dalam QS. Al-Alaq ayat 1: Iqra’ bismi rabbika… Bacalah dengan nama Tuhanmu. Ayat pertama yang turun saja perintah membaca. Ini tanda bahwa Allah sangat ingin hamba-Nya dekat dengan ilmu, dekat dengan Al-Qur’an. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Lembutnya beliau, jujurnya beliau, kasih sayangnya beliau kepada keluarga dan umat, semua bersumber dari Al-Qur’an.
Cinta mengaji sebagai pilar bina pribadi islam. Bina Pribadi Islami memiliki tujuan membentuk insan kamil, manusia seutuhnya yang beriman, berilmu dan beramal sholeh. Peran Ayah Bunda dan Guru di Rumah dan Sekolah dibutuhkan supaya bisa saling bersinergi karena membentuk generasi rabbani tidak bisa sendirian. Di rumah, Ayah Bunda adalah madrasah pertama. Ciptakan rumah yang Qur’ani. Matikan TV saat waktu mengaji. Ayah yang jadi imam, Ibu yang mendampingi. Anak melihat, anak meniru. Jangan hanya menyuruh “ayo ngaji”, tapi ajak “yuk kita ngaji bareng”. Kenalkan alamat rumah kita sebagai “Rumah Penghafal Qur’an”. Di sekolah atau TPQ, guru adalah teladan. Hadirkan metode yang menyenangkan. Gunakan media balok hijaiyah, mewarnai kaligrafi, lomba tahfidz juz 30, dan cerita kisah para Nabi. Kaitkan setiap huruf hijaiyah dengan kisah. Alif untuk Allah, Ba untuk Bismillah, Ta untuk Taqwa.
Penutup
Generasi rabbani penerus para Nabi tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk, dibina, dengan sabar sejak dini melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an. Sedikit demi sedikit, kita akan semakin pandai. Hari ini belajar satu huruf, besok belajar beberapa huruf. Hari ini membaca satu baris, besok bisa membaca lebih banyak. Semua kemampuan dimulai dari belajar dan berlatih. Mari kita tanamkan cinta mengaji sejak kecil. Jangan malu membawa buku Iqra. Jangan takut mencoba membaca. Jangan mudah menyerah ketika menemukan huruf yang sulit. Semoga dari rumah-rumah kita, dari TPQ kita, lahir anak-anak yang jujur lisannya karena Al-Qur’an, bersih hatinya karena Al-Qur’an, dan terang jalannya karena Al-Qur’an. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
“Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara: cinta kepada Nabimu, cinta kepada ahlul baitnya, dan cinta membaca Al-Qur’an”