September 29, 2026 18:20

Cara Mengasuh Anak Autisme ADHD Secara Mudah untuk Guru PAUD
September 26, 2026

Penulis :

KB-TK Islam Terpadu Al Uswah Tuban
Unit/jenjang TKIT

Penulis: Ustadzah Tri Wulandari, S.Pd

 

Cara Mengasuh Anak Autisme ADHD Secara Mudah untuk Guru PAUD

Anak dengan autisme dan ADHD membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sabar, sederhana, terstruktur, dan konsisten. Setiap anak memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, Guru PAUD tidak perlu membandingkan anak dengan teman-temannya. Hal yang paling penting adalah membantu anak berkembang sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.

Langkah pertama yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan suasana kelas yang nyaman dan aman. Gunakan aturan sederhana seperti “duduk”, “tunggu”, “ambil”, dan “simpan”. Sebaiknya guru memberikan satu instruksi dalam satu waktu. Hindari memberikan terlalu banyak perintah sekaligus karena anak dapat mengalami kesulitan memahami informasi.

Anak autisme dan ADHD umumnya lebih mudah belajar melalui kegiatan yang singkat dan menarik. Guru dapat membagi pembelajaran menjadi beberapa kegiatan kecil. Misalnya, anak belajar selama 5–10 menit, kemudian diberikan waktu untuk bergerak atau melakukan aktivitas sederhana. Setelah itu, pembelajaran dapat dilanjutkan kembali.

Penggunaan gambar juga sangat membantu. Guru dapat menggunakan kartu bergambar untuk mengenalkan benda, kegiatan, atau perintah. Misalnya gambar minum, makan, duduk, berdiri, bola, dan buku. Guru menunjukkan gambar sambil menyebutkan kata dengan jelas. Anak kemudian diajak menirukan suara, kata, atau gerakan tersebut.

Untuk melatih komunikasi, guru dapat menggunakan kosakata yang mudah seperti “mama”, “papa”, “bola”, “makan”, “minum”, “mau”, dan “lagi”. Jangan memaksa anak berbicara. Berikan contoh terlebih dahulu dan berikan pujian ketika anak berusaha menirukan. Respons anak sekecil apa pun dapat dihargai sebagai bagian dari proses belajar.

Anak dengan ADHD biasanya membutuhkan kesempatan untuk bergerak. Guru dapat memasukkan aktivitas gerak seperti berjalan mengikuti garis, melompat, memasukkan bola ke keranjang, atau menirukan gerakan binatang. Kegiatan tersebut dapat membantu anak menyalurkan energi sekaligus belajar mengikuti instruksi.

Pujian dan penguatan positif juga sangat penting. Ketika anak berhasil mengikuti instruksi, duduk dengan tenang, berbagi mainan, atau mencoba berbicara, guru dapat mengatakan, “Bagus!”, “Hebat!”, atau memberikan tepuk tangan. Pujian sebaiknya diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul.

Guru juga perlu menjaga rutinitas harian. Jadwal yang sama setiap hari dapat membuat anak lebih mudah memahami apa yang akan dilakukan. Contohnya: datang ke sekolah, menyimpan tas, berdoa, kegiatan belajar, bermain, makan, dan pulang. Jika terjadi perubahan kegiatan, guru dapat memberi tahu anak terlebih dahulu dengan menggunakan gambar atau penjelasan singkat.

Yang tidak kalah penting adalah kerja sama dengan orang tua. Guru dapat menyampaikan perkembangan anak secara sederhana dan teratur. Orang tua dan guru dapat menggunakan cara yang sama dalam memberikan instruksi dan penguatan agar anak mendapatkan pengalaman yang konsisten.

Mengasuh dan mendidik anak autisme dan ADHD membutuhkan kesabaran, penerimaan, dan kreativitas. Guru tidak perlu mengejar hasil yang cepat. Perkembangan kecil seperti mampu duduk beberapa menit, mengikuti satu instruksi, menirukan satu kata, atau melakukan kontak komunikasi merupakan kemajuan yang berarti.

Dengan lingkungan yang aman, kegiatan yang terstruktur, instruksi sederhana, penggunaan gambar, aktivitas bergerak, serta pujian yang konsisten, Guru PAUD dapat membantu anak belajar dengan lebih nyaman. Setiap anak memiliki keunikan dan potensi. Tugas guru adalah mendampingi, memberikan kesempatan, dan membantu anak berkembang selangkah demi selangkah.

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

September 26, 2026

Populer