April 12, 2026 19:11

Santri Kelas XI SMAIT Al Uswah Tuban Tebar Manfaat, Program Santri Padamu Negeri (SPN) di Montong Berjalan Sukses
April 12, 2026

Penulis :

SMAIT Al Uswah Tuban
Unit/jenjang SMAIT

Tuban (10/4), Tangis haru terpancar dari wajah warga Kecamatan Montong saat melepas kepulangan santri kelas XI SMAIT Al Uswah Tuban. Setelah 10 hari menetap untuk melaksanakan program Santri Padamu Negeri (SPN), para santri dinyatakan sukses besar dalam menjalankan berbagai misi sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di tiga desa yang berada di Kecamatan Montong-Tuban. Ketiga desa tersebut yaitu Jetak (Dusun Boropetung dan Keroan), Talun, dan Manjung.

Santri Padamu Negeri atau yang biasa dikenal dengan pengabdian masyarakat ini merupakan agenda tahunan unggulan sekolah yang bertujuan untuk melatih kemandirian, empati, dan jiwa kepemimpinan santri. Sebelum action di hari pelaksanaan, seluruh santri kelas XI juga diwajibkan mengikuti sesi pembekalan insentif yang akan menjadi fondasi utama kegiatan mereka.

Selama di lokasi pengabdian, para santri tidak hanya berdiam diri. Mereka membaur dengan warga dan melaksanakan berbagai program kerja yang inovatif sesuai devisinya masing-masing, mulai dari devisi pendidikan & keagamaan yaitu menjadi pengajar di lembaga pendidikan SD, TK dan TPQ setempat, membantu mengerjakan tugas adik-adik desa, hingga menjadi imam di masjid.

Devisi Sosial Lingkungan melakukan kerja bakti di tempat ibadah dan fasilitas umum, nimbrung kegiatan sosial warga setempat, hingga berbagi sembako (bakti sosial).

Tak kalah dengan devisi sosial lingkungan, para santri yang tergabung dalam devisi ekonomi kreatif juga aktif membantu warga dalam pengemasan produk UMKM, berdagang, bertani (menanam padi, panen cabai, panen terong, singkong, dll), hingga berternak.

Untuk devisi kesehatan, para santri mengawalinya dengan memberikan edukasi ringan mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sekolah dasar maupun TK, membantu posyandu, dan melaksanakan pengobatan gratis, dan masih banyak lagi.

Kepala dan perangkat desa setempat menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para santri SMAIT Al Uswah Tuban.

“Kami sangat terkesan dengan adab dan etos kerja anak-anak kelas XI ini. Mereka tidak canggung untuk ikut nimbrung kegiatan masyarakat. Harapannya, mungkin untuk ke depannya, kegiatan SPN ini bisa lebih lama lagi, biar kiprahnya juga lebih panjang. Untuk anak-anak SMAIT Al Uswah kehidupan ini sangat menanti kalian, jadikanlah pengabdian ini sebagai pelajaran berharga buat kalian,” ujar Kepala Desa Jetak.

Pihak sekolah menyatakan bahwa keberhasilan SPN di Montong tahun ini menjadi bukti bahwa santri SMAIT Al Uswah Tuban siap menjadi bagian dari solusi di masyarakat.

“Program Santri Padamu Negeri selama sepuluh hari ini adalah miniatur kehidupan nyata bagi kalian, santri kelas XI SMAIT AL USWAH Tuban. Di sini kalian belajar bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada seberapa tinggi nilai di atas kertas, melainkan pada seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh orang lain. Rasulullah ﷺ sejak masa mudanya telah aktif dalam kegiatan sosial, seperti saat beliau terlibat dalam Hilful Fudul (perjanjian untuk membela orang yang terzalimi), yang membuktikan bahwa integritas seorang pemimpin dibentuk melalui kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Pengalaman terjun langsung ke masyarakat ini adalah cara Allah menempa mental kalian agar tidak hanya menjadi pemuda yang cerdas, tapi juga tangguh dan empati dalam memikul amanah. Sebagaimana firman Allah SWT:

*لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ*

‘’Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21)

Semoga sepuluh hari ini menjadi titik balik bagi kalian untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang berwibawa karena akhlaknya, disegani karena karyanya, dan dicintai karena pengabdiannya. Jadikan setiap pengalaman di lapangan sebagai modal untuk membangun peradaban masa depan yang lebih baik.,” ungkap ustadz Hisyam selaku kepala SMAIT Al Uswah Tuban.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di hari-hari terakhir SPN ini, ditutup dengan kegiatan ‘’Jika Aku Menjadi’’, yang mana para santri bermalam di rumah warga dan membantu aktivitas tuan rumah. Meskipun hanya bermalam sehari di rumah warga, tapi isak tangis haru sempat mewarnai momen perpisahan antara santri dan orang tua asuh (warga setempat) yang telah menganggap para santri seperti anak sendiri tersebut.

Suksesnya program Santri Padamu Negeri ini juga tidak terlepas dari suport beberapa pihak, diantaranya adalah Dompet Sosial Al Uswah, Uswah Mart, Klinik Uswah Sehat, Kampus Unirow Tuban, Tuban Humanity, hingga segenap pengurus Yayasan Al Uswah Tuban yang turut serta dalam monitoring dan evaluasi di lokasi kegiatan.

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

April 12, 2026

Populer