September 1, 2026 03:28

10 Menit yang Berarti: Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kesibukan
August 31, 2026

Penulis :

KB-TK Islam Terpadu Al Uswah Tuban
Unit/jenjang TKIT

Penulis: Imroatun Ni’mah, S.Pd

10 Menit yang Berarti: Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kesibukan

Di tengah kesibukan sehari-hari, orang tua sering merasa bahwa waktu bersama anak begitu cepat berlalu. Pagi hari disibukkan dengan persiapan, siang dipenuhi pekerjaan dan aktivitas, sementara sore hingga malam terasa begitu singkat karena berbagai kebutuhan keluarga.

Tidak jarang muncul perasaan, “Saya ingin punya lebih banyak waktu bersama anak, tetapi kesibukan tidak memungkinkan.”

Namun, membangun kedekatan dengan anak sebenarnya tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam. Sepuluh menit yang benar-benar diisi dengan perhatian dan kehadiran orang tua dapat menjadi sangat berarti bagi anak.

Anak Membutuhkan Kehadiran, Bukan Sekadar Kebersamaan
Berada di ruangan yang sama dengan anak belum tentu berarti kita benar-benar hadir untuk mereka. Anak mungkin sedang bercerita, sementara orang tua sibuk melihat ponsel. Anak sedang bermain, tetapi orang tua masih memikirkan pekerjaan.

Bagi anak, perhatian sederhana seperti menatap mata ketika berbicara, mendengarkan ceritanya, atau memberikan pelukan dapat memberikan pesan yang sangat penting:

“Aku berharga. Ayah dan Bunda peduli padaku.”

Karena itu, kualitas kebersamaan sering kali lebih bermakna daripada sekadar banyaknya waktu yang dihabiskan bersama.

Sepuluh Menit untuk Mendengarkan Cerita Anak
Cobalah menyediakan waktu khusus, misalnya sepuluh menit sebelum tidur. Letakkan ponsel, hentikan sejenak pekerjaan, lalu tanyakan kepada anak tentang harinya.

“Bagaimana hari ini di sekolah?”

“Apa yang paling menyenangkan hari ini?”

“Apakah ada sesuatu yang membuatmu sedih?”

Jangan terburu-buru memberikan nasihat. Dengarkan terlebih dahulu. Biarkan anak bercerita meskipun menurut kita ceritanya sederhana.

Bagi orang dewasa, cerita tentang teman, mainan, atau kegiatan di sekolah mungkin terlihat sepele. Namun bagi anak, itulah dunia mereka.

Ketika orang tua mau mendengarkan, anak belajar bahwa perasaannya penting dan ia memiliki tempat yang aman untuk bercerita.

Bermain Bersama, Belajar Bersama
Sepuluh menit juga dapat digunakan untuk bermain bersama. Tidak harus dengan permainan mahal atau kegiatan yang rumit.

Orang tua dapat mengajak anak menyusun balok, menggambar, membaca buku cerita, bermain peran, atau sekadar bermain tebak-tebakan.

Melalui permainan sederhana, orang tua sebenarnya sedang membangun banyak hal: komunikasi, rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, hingga hubungan emosional yang kuat.

Bermain juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk melihat bagaimana anak berpikir, berinteraksi, dan mengekspresikan dirinya.

Jadikan Momen Kecil sebagai Kebiasaan
Kedekatan tidak dibangun hanya dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Sepuluh menit setiap hari mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan dengan penuh perhatian, kebiasaan tersebut dapat menjadi kenangan yang melekat dalam diri anak.

Misalnya, membuat kebiasaan membaca buku bersama sebelum tidur, mengobrol saat perjalanan, atau menyempatkan diri memeluk anak sebelum berangkat sekolah.

Anak mungkin tidak mengingat semua hadiah yang pernah diberikan kepadanya. Namun mereka bisa mengingat bagaimana rasanya ketika orang tua hadir, mendengarkan, memeluk, dan membuat mereka merasa dicintai.

Menjadi Teladan dalam Kehidupan Anak
Dalam pendidikan anak, orang tua adalah guru pertama dan utama. Anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari.

Ketika orang tua membiasakan berbicara dengan lembut, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, mengucapkan terima kasih, dan menunjukkan kepedulian, anak belajar melalui keteladanan.

Rasulullah SAWjuga memberikan teladan dalam memperlakukan anak-anak dengan kasih sayang, kelembutan, dan perhatian. Pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak Perlu Menunggu Waktu Luang
Ayah dan Bunda, mungkin kita tidak selalu memiliki waktu yang panjang untuk menemani anak. Tetapi jangan sampai kesibukan membuat kita lupa bahwa masa kanak-kanak mereka sedang berlangsung sekarang.

Tidak perlu menunggu liburan. Tidak perlu menunggu pekerjaan selesai seluruhnya. Bahkan sepuluh menit hari ini dapat menjadi awal yang baik.

Letakkan ponsel. Tatap mata anak. Dengarkan ceritanya. Bermainlah sebentar. Peluklah ia.

Karena bagi anak, yang paling penting bukanlah berapa lama kita berada di samping mereka, tetapi seberapa utuh kita hadir ketika bersama mereka.

Sepuluh menit mungkin terasa singkat bagi kita, tetapi bisa menjadi waktu yang sangat berarti bagi anak.

Mari hadir lebih utuh, mencintai lebih dekat, dan membersamai tumbuh kembang anak dengan penuh keteladanan.

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

August 31, 2026

Populer