Penulis: Dyah Ayu Puspitasari, S.Hum
Perayaan Hari Kemerdekaan merupakan wujud Syukur masyarakat atas kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga menjadi seperti saat ini. Diawali dengan seluruh masyarakat menghias rumah dan mengibarkan bendera merah putih didepan rumah atau halaman. Uniknya juga Masyarakat mengadakan malam tirakatan, warga bersengkuyung saling membawa makanan dan jajan dengan berbagai macam hasil masakan rumahan serta ditengah-tengahnya ada tumpeng dengan berhiaskan bendera merah putih yang menandakan rasa syukur dan bentuk refleksi atas kemerdekaan Indonesia. Paginya dengan semarak kebersamaan di hari sebelum hari perayaan 17 Agustus 1945 akan diadakan lomba kemerdekaan. Selain itu juga ada banyak kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang diadakan oleh masyarakat kelurahan Karang.
PEMBUKAAN
Perumahan Bukit Karang merupakan perumahan yang terletak di Kelurahan Karang, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.berbatasan dengan perumahan Puri Indah dan juga perumahan Karang Indah. Umumnya Masyarakat perumahan memiliki stigma individualis yang tinggi, tetapi pada kemerdekaan ini seluruh Masyarakat bukit karang berkumpul bersama untuk bersemarak merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Seperti tahun-tahun sebelunya yakni seluruh Masyarakat bukit karang serentak menghibarkan bendera merah putih didepan rumah masing-masing dan juga bergotong-royong untuk menghias masing-masing gang sehingga tampak indah dan terlihat semangat kemerdekaannya. Keanekaragaman budaya menjadi sebuah warisan yang sepatutnya dilestarikan. Sebagaimana yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara bahwa budaya merupakan hasil perjuangan masyarakat terhadap alam & zaman yang membuktikan kemakmuran & kejayaan hidup masyarakat dalam menyikapi atau menghadapi kesulitan & rintangan untuk mencapai kemakmuran, keselamatan dan kebahagiaan di hidupnya (Syarifuddin, 2021).
ISI
Pada hakikatnya keanekaragaman budaya menjadi hal yang penting untuk dilestarikan. masyarakat jawa timur termasuk warga bukit karang memiliki budaya yang tetap terlestari yakni budaya “Malam Tirakatan”. Kegiatan ini merupakan kegiatan merefleksi diri atas kemerdekaan Indonesia, rasa Syukur karna Indonesia merdeka hingga saat ini, berdoa Bersama untuk mendoakan para pahlawan dan juga mengenang jasa-jasa mereka yang sudah berjuang demi negri ini, dan terakhir yakni ramah tamah. Malam tirakatan ini dilaksanakan di malam hari sebelum perayaan kemerdekaan, tepatnya pukul 19.00 WIB (bakda isya’) seluruh warga akan berkumpul di balai RT atau lapangan yang luas dengan beralaskan tikar. Masing-masing warga akan membawa makanan dengan ciri khasnya, lalu dikumpulkan dan disantap bersama setelah acara selesai. Tak lupa dan kurang pas rasanya ketika malam tirakatan tidak menghadirkan nasi tumpeng yg ditengahnya ada nasi berbentuk kerucut dan diatasnya diberi bendera merah putih tanda malam kemerdekaan. Seluruh warga sangat antusias hadir karna kegiatan ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali.
PENUTUP
Berdasarkan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan diatas sejatinya merupakan perwujudan dari sila-sila Pancasila. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, yakni direfleksikan pada kegiatan malam tirakatan. Masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama, bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mendoakan Indonesia, para pejuang yang telah gugur dan juga keberkahan kemerdekaan yang ke-81 ini, serta kerukunan dan kebersamaan warga agar selalu tetap terjaga.
Perwujudan sila yang kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yakni direfleksikan pada kegiatan jalan sehat para panitia memberikan jajanan dan minuman untuk dikonsumsi para peserta setelah jalan sehat. Dari sini muncul sisi kemanusiaan yang dilakukan oleh para panitia karna telah memberikan konsumsi untuk para warga. Selain itu juga pada kegiatan malam tirakatan karna semua warga Ikhlas memasak dan membawa makanan untuk dimakan bersama-sama.
Perwujudan sila ketiga Persatuan Indonesia, direfleksikan pada kegiatan-kegiatan semarak kemerdekaan yang ada di perumahan Bukit Karang RT004/RW006. Seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat untuk berkumpul dan ikut menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Perwujudan sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, direfleksikan pada saat musyawarah seluruh panitia untuk menghasilkan mufakat sebelum kegiatan dilaksanakan. Selain itu juga direfleksikan pada pembagian tugas panitia saat jalan sehat, ada yang bertugas sebagai ketua pelaksana, sekretaris, bendahara, pembawa acara, humas dan dokumentasi, pembagi kupon undian, pembagi hadiah dan konsumsi.
Perwujudan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, direfleksikan pada seluruh rangkaian acara yang diselenggarakan oleh RT dan RW beserta panitia sudah dikemas dengan apik dan runtut sehingga semua warga dapat merasakan dengan adil tanpa adanya perbedaan. Mulai dari kegiatan jalan sehat, pemberian kupon undian, adanya konsumsi setelah kegiatan jalan sehat, sarapan bersama setelah jalan sehat, sampai malam tirakatan.
REFERENSI
Asmaroini, A. P. (2016). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Di Era Globalisasi. Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2), 440. https://doi.org/10.25273/citizenship.v4i2.1076
latifah, Yudi Y. (2023). Semarak Masyarakat Desa Pada Perayaan Hari Kemerdekaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(3), 199-200. https://doi.org/10.47776/praxis.v1i3.622
Syarifuddin. (2021). Buku Ajar Kearifan Lokal Daerah Seumatera Selatan. Bening media Publishing: Palembang. Hlm. 23