Mei 25, 2026 13:16

JANGAN SUKA MEMATA-MATAI ANAK
May 25, 2026

Penulis :

MULYADI,S.Pd.I
Unit/jenjang YACT

Syaikh Jasim Muhammad Al-Muthawwi dalam tulisannya ‘Isyruna Khatha-an Tarbawiyan Nartakibuha Ma’a Abna-ina menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam mendidik anak adalah at-tajassus, yaitu kebiasaan memata-matai dan mencari-cari kesalahan anak.

Tanpa disadari, banyak orangtua terlalu curiga terhadap anak. Mereka ingin mengetahui semua aktivitas anak, mulai dari isi tas, isi kamar, percakapan di media sosial, hingga urusan pribadi anak. Ada yang diam-diam membuka ponsel anak, memeriksa chat, membobol password, bahkan memasang pengawasan berlebihan di rumah.

Sebagian orangtua melakukan hal tersebut karena rasa khawatir. Mereka takut anak salah pergaulan, terkena pengaruh buruk, atau melakukan hal yang tidak baik. Namun sayangnya, cara yang salah justru bisa melukai hati anak dan merusak hubungan dalam keluarga.

Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kehormatan dan privasi yang harus dijaga. Karena itu, Allah melarang hamba-Nya untuk berprasangka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 agar kaum mukminin menjauhi prasangka buruk dan tidak mencari-cari kesalahan sesama.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan umatnya agar tidak saling memata-matai dan mencari keburukan orang lain. Sikap seperti ini hanya akan melahirkan kebencian, permusuhan, dan hilangnya rasa persaudaraan.

Para ulama menjelaskan bahwa at-tajassus adalah usaha menyelidiki aib atau kesalahan orang lain. Imam Ibnu Manzhur menjelaskan bahwa tajassus berarti mencari berita dan menyelidiki sesuatu secara tersembunyi. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga menjelaskan bahwa tajassus adalah mencari-cari kejelekan orang lain.

Kebiasaan seperti ini sangat berbahaya jika dilakukan kepada anak sendiri. Anak yang selalu dicurigai akan merasa tidak dipercaya. Mereka hidup dalam rasa takut dan gelisah karena merasa setiap geraknya diawasi untuk dicari kesalahannya.

Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Mereka tidak nyaman bercerita kepada orangtua karena takut dihakimi. Bahkan sebagian anak akhirnya memilih berbohong atau menyembunyikan banyak hal karena merasa tidak aman di rumahnya sendiri.

Bangun Kepercayaan, Bukan Kecurigaan

Hubungan orangtua dan anak seharusnya dibangun di atas rasa percaya dan kasih sayang. Anak tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan rasa aman, dihargai, dan didengarkan.

Ketika orangtua terlalu sering memata-matai, hubungan yang muncul bukan lagi kedekatan, melainkan permusuhan dan konflik. Anak merasa orangtua adalah “pengawas” yang selalu mencari kesalahan, bukan tempat pulang yang memberi ketenangan.

Karena itu, jika orangtua ingin mengetahui keadaan anak, lakukanlah dengan cara yang lebih bijak. Bangun komunikasi yang hangat. Biasakan bertanya dengan lembut dan mendengarkan cerita anak tanpa langsung menghakimi.

Jika suatu saat orangtua perlu memeriksa kamar atau tas anak, lakukan dengan izin dan kesepakatan bersama. Anak perlu memahami bahwa pengawasan orangtua adalah bentuk cinta, perlindungan, dan tanggung jawab, bukan bentuk kebencian atau ketidakpercayaan.

Imam Abu Hatim Al-Busthi menjelaskan bahwa orang yang berakal akan sibuk memperbaiki dirinya sendiri, bukan sibuk mencari kesalahan orang lain. Orang yang selalu berprasangka baik akan hidup lebih tenang dan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.

Dalam mendidik anak, kepercayaan adalah hal yang sangat penting. Anak yang dipercaya akan lebih mudah terbuka, jujur, dan nyaman dekat dengan orangtuanya. Sebaliknya, anak yang terus dicurigai akan menjauh secara perlahan.

Mendidik anak bukan hanya tentang mengawasi, tetapi juga tentang menghadirkan cinta, dialog, dan keteladanan. Anak lebih mudah dibimbing dengan kelembutan daripada dengan kecurigaan.

Karena itu, mari belajar menjadi orangtua yang bukan hanya ingin mengetahui kesalahan anak, tetapi juga menjadi tempat paling aman bagi anak untuk pulang, bercerita, dan bertumbuh.

 

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

May 25, 2026

Populer