Februari 15, 2026 22:02

Penanggulangan kenakalan remaja
April 1, 2024

Penulis :

Qurrotul A'yun, S.Pd
Unit/jenjang SDIT

PENDAHULUAN
Remaja adalah sebuah masa perkembangan atau transisi dari kanak-kanak menuju kedewasa. Masa ini juga biasa disebut dengan masa pemberontakan ataupun masa kegoncangan. Kerena pada masa ini adalah masa peralihan dimana seorang remaja tersebut sedang mencari pola hidup, jati diri dan pengakuan.
Pada masa remaja, anak remaja selain mengalami pertumbuhan fisik juga mengalami pertumbuhan intelektual, sosial, dan emosi. Dan dari semua itu maka terlahirlah rasa ingin diperhatikan lawan jenis, ingin mendapatkan pengakuan, dan lain sebagainya. Maka dari itu dalam pertumbuhan masa remaja terdapat dua macam pertumbuhan yakni, pertumbuhan positif dan negatif.
Dalam persoalan ini ketika seorang remaja mengalami pertumbuhan positif maka perilaku atau kegiatan-kegiatannya tidak akan menerobos norma-norma yang telah ditetapkan. Tetapi ketika seorang remaja mengalami pertumbuhan negatif sehingga ia melakukan sesuatu yang bukan semestinya seperti minum-minuman keras, memakai narkoba, dan berkelahi maka pasti ada yang salah dalam pertumbuhannya dan biasanya perilaku seperti ini dikatakan sebagai perilaku menyimpang atau kenakalan remaja karena melewati batasan-batasan norma yang ada.
Kenakalan remaja seperti ini terjadi karena pada masa ini seorang remaja merasa risi dengan berbagai peraturan yang membatasi kebebasannya. Karena perubahan pola fikir inilah remaja sering dianggap melakukan perbuatan nakal.meskipun sebenarnya karna factor yang alami, tapi kenakalan remaja tidak bisa ditolelir lagi oleh masyarakat. Oleh karena itu orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seoarang remaja.
Pada masa ini remaja lebih cenderung ingin terlihat, ingin diperhatikan, ingin menonjol, karena itu mereka sering tanpa berfikir panjang membuat ulah agar mendapat pengakuan seperti halnya seorang remaja laki-laki ingin terlihat lebih jantan hingga akhirnya ia meorokok, bahkan juga sampai menantang teman-temannya agar bisa terlihat lebih hebat.
Pada kasus-kasus seperti ini banyak orang tua yang ingin memahami anaknya, tapi ia gagal dan akhirnya berdampak lebih parah seperti halnya ketika orang tua ingin mengekang kebebasan anak tapi tidak memberikan ruang untuk membela diri. Akhirnya yang terjadi hanya keluh kesah orang tua yang selalu mengeluhkan anak-anaknya yang sulit diatur bahkan terkadang sampai melawan mereka. Hingga akhirnya terjadi konflik keluarga.
Inilah problem sosial yang sedang dihapi para remaja sekarang ini yakni, perilaku menyimpang yang dicap sebagai kenakalan remaja. Adapun penyebab kenakalan remaja ini juga bermacam-macam ada yang karena orang tua terlalu sibuk bekerja, ada juga yang karena faktor lingkungan, tapi juga ada yang karena faktor individu itu sendiri.
Mencermati fenomena seperti ini, penulis mencoba mengkaji dari berbagai literature yang berhubungan dengan kenakalan remaja. Tulisan ini merupakan studi pustaka dari berbagai refrensi yang ada, kemudian data itu dikemas sebagai bahan data dan informasi yang dapat memberikan gambaran kenakalan remaja saat ini. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab kenakalan remaja, kemudian bagaimana cara menanggulanginya.
METODOLOGI
Metode penelitian yang digunakan adalah metode peneleitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kajian pustaka dari berbagai refrensi yang bersumber dari jurnal penelitian dan buku. Adapun metode yang digunakan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kenakalan remaja, faktor terjadinya kenakalan remaja dan peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menanggulanginya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Menurut (Utari, 2018: 10) Fase remaja pada umumnya terjadi pada siswa usia sekolah menengah pertama (SMP). Fase ini mengajarkan anak untuk lebih berpikir konkret-abstrak secara terstruktur. Remaja mulai mengembangkan pola pemikirannya dari hal-hal yang nyata sampai dengan hal-hal yang abstrak. Suatu hal dipahami berdasarkan kenyataan, kemudian dikonstruksikan dalam pemikiran anak. Anak-anak pada masa remaja sudah mulai memperlihatkan penolakan-penolakan terhadap hal-hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan pribadi mereka (Utari, 2018: 10).
Masa remaja adalah masa perkembangan, dimana ia menjalani masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam hal ini Berbagai definisi perkembangan dikemukakan oleh para pakar. Namun secara umum, definisi tersebut sebenarnya mengandung muatan yang sama yang pada intinya mengemukakan bahwa, perkembangan merupakan suatu proses perubahan dalam diri individu yang bersifat kualitatif atau fungsi psikologis yang berlangsung secara terus menerus ke arah yang lebih baik/progresif menuju kedewasaan (Umami, 2019: 1).
Definisi-definisi tentang perkembangan pada umumnya mencakup unsur-unsur sebagai berikut:
a. Adanya perubahan fungsi psikologis yang bersifat kualitatif, yaitu perubahan yang dapat dilihat melalui adanya kemampuan dalam bertingkah laku sosial, emosional, moral maupun intelektual, secara lebih matang.
b. Perubahan yang terjadi pada diri individu merupakan merupakan proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga perkembangan (perubahan) pada tahap kehidupan (periode) sebelumnya mempengaruhi perkembangan pada periode sesudahnya.
c. Perubahan yang mengarah kepada pencapaian kematangan berupa kemampuan bertingkah laku secara fisik, sosial, emosional, moral dan intelektual sesuai dengan tingkat perkembangan tertentu sesuai dengan kondisi individu yang bersangkutan (Umami, 2019: 2).
Menurut (Umami, 2019: 2) perkembangan remaja, ditandai dengan adanya beberapa tingkah laku, baik tingkah laku positif maupun tingkah laku yang negatif. Hal ini dikarenakan pada masa ini remaja sedang mengalami masa panca roba dari masa anak-anak ke masa remaja. Perilaku suka melawan, gelisah, periode labil, seringkali melanda remaja pada masa ini. Namun demikian, berkembangnya perilaku ini, pada dasarnya sangat dipengerahui oleh adanya perlakukan-perlakuan yang berasal dari lingkungan. Hal ini seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman orang-orang di sekeliling individu tentang proses dan makna perkembangan remaja.
Pada dasarnya kenakalan remaja merujuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup didalam masyarakatnya. Beberapa ahli mengatakan:
a. Menurut (Kartono, 1988: 93) mengatakan bahwa remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku merekaa dinilai oleh masyarakat sebagai suati kelainan dan disebut “kenakalan”.
b. Menurut (Gunarso, 1988: 19) mengatakan bahwa jika dilihat dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan menjadi dua kelompok yaitu:
1. Kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak dalam undang-undang sehingga tidaak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum.
2. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelsaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan pelanggaran hukum orang dewasa.
Menurut (Basri, 1996: 5) faktor-faktor yang mempengaruh kenakalan remaja dibagi menjadi dua yakni, faktor dalam diri (endogen) dan faktor dari luar diri (eksogen). Kedua faktor tersebut sama-sama berpengaruh terhadap kenakalan remaja. Faktor yang pertama (endogen) adalah faktor dalam diri meliputi predisposing factor merupakan salah satu faktor dalam diri seseorang yang dibawa sejak lahir ataupun kejadian-kejadian sejak kelahiran bayi yang biasanya disebut dengan birth injury. Birth Injury adalah luka yang adai di kepala saat bayi ditarik dari perut ibu. Contoh lain dari presdispoding factor seperti kelainan kejiwaan. Faktor selanjutnya terdapat lemahnya pertahanan diri, kurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri, dan kurangnya dasar keimanan didalam diri remaja.
Faktor Kedua yang ada iluar diri (eksogen) meliputi keluarga, masyarakat, dan sekolah. Keluarga merupakan lingkungan pertama yangmemicu timbulnya kenakalan remaja. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah tempat pertama anak untuk berkembang dan belajar tentang segala hal sebelum anak menginjak bangku sekolah (Willis, 2014: 99). Faktor kedua dari lingkungan masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, lngkungan masyarakat juka ikut terlibat atas muncunya kenakalan remaja (Willis, 2014: 110). Faktor-faktor tersebut antara lain: kurangnya pelaksanaan ajaran agama, masyarakat yang kurang mendapatkan pendidikan, kurangnya pengawasan dari masyarakat terhadap remaja, dan adanya norma-norma baru dari pihak luar (Willis, 2014: 112). Faktor ketiga yang memicu kenakalan adalah faktor lingkungan sekolah. Sekolah cukup berperan penting dalam membina perkembangan anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Beberapa hal faktor dari lingkungan sekolah yang menyebabkan kenakalan remaja meliputi faktor guru (ekonomi guru dan mutu guru), faktor fasilitas pendidikan, norma-norma pendidikan, dan kekompakan guru serta minimnya sumber daya manusia dari guru (willi, 2014: 121).
Setelah mendalami tentang penyebab atau pemicu kenakalan remaja, maka kita akan beranjak pada upaya penanggualangan. Penanggulangan bisa diartikan sebagai usaha untuk menanggulangi suatu permasalahan (Soetomo, 2010: 28). Permasalahan dalam hal ini merupakan masalah sosial yang berarti gejala atau fenomena yang muncul dalam kehidupan masyarakat (Soetomo, 2010: 29). Menurut (Panuju & Umama, 1990: 163) pelaksanaan penanggulangan masalah sosial yakni kenakalan remaja ada beberapa tahapan diantaranya preventif (Pencegahan), represif (penindakan akhir), kuratif dan rehabilitasi. Adapun penjelasan dari beberapa tindakan tersebut antara lain:
1. Preventif
upaya preventif memiliki fokus perhatian terhadap situasi permasalahan sosial yang belum terjadi, meskipun di dalamnya terdapat peluang terjadinya permasalahan sosial. Upaya preventif dibedakan menjadi dua, yakni: Pertama, upaya preventif dengan cara moralistis. Upaya ini menitikberatkan kepada pembinaan moral serta membina kekuatan mental pada diri remaja. Kedua, upaya preventif dengan cara abolisionistis merupakan upaya untuk mengurangi serta menghilangkan penyebab yang mendorong remaja melakukan perilaku delinkuen yang memiliki motif beragam. Selain itu, fungsi dari upaya ini untuk memperkecil ataupun meniadakan penyebab yang mengakibatkan remaja terjerumus ke dalam perilaku delinkuen.
2. Represif
Tindakan represif merupakan upaya untuk menindak dan menahan perilaku kenakalan remaja atau menghalangi munculnya perilaku kenakalan remaja yang hebat. Upaya ini bertujuan untuk menindak pelanggaran baik norma sosial dan moral berupa hukuman. Adapun tindakan represif yang dilakukan di lingkungan sekolah antara lain pemberian peringatan secara lisan maupun tertulis kepada siswa yang bermasalah (Panuju & Umama, 1990: 170).
3. Kuratif
Upaya kuratif merupakan tindakan untuk memperbaiki perbuatan nakal terutama untuk individu yang sudah melakukan hal tersebut (Panuju & Umama, 1990: 163). Tujuan dari tindakan ini adalah untuk menyembuhkan/mengurangi sakit/masalah yang sedang dihadapi oleh orang yang bermasalah. Tindakan ini hanya bersifat penyembuhan secara sementara.
4. Rehabilitasi
Menurut lembaga rehabilitasi Marsudi Putra dalam jurnal Makna Rehabilitasi pada Anak Delinkuen menjelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, solidaritas, spiritual dan tanggung jawab serta mengembalikan kembali hak-hak pada anak/remaja yang bermasalah. Tujuan dari tindakan tersebut yakni untuk mengembalikan kondisi yang bermasalah menjadi kondisi yang sesuai dengan harapan / standar sosial. Diri penyandang masalah memiliki potensi untuk berubah menuju kondisi yang normal. Sehingga, alasan inilah yang menguatkan usaha rehabilitasi tetap terlaksana baik di level individu, kelompok maupun masyarakat (Soetomo, 2010: 53).

PENUTUP
KESIMPULAN
Masa remaja adalah masa perkembangan dimana disitu letak transisi seorang berkembang dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa perkembangan remaja ditindai dengan perubahan perilaku baik perilaku positif maupun negatif.
Kenakalan remaja biasa disebut perilaku menyimpang dan jika diliht dari segi hukum kenakalan remaja dibagi menjadi dua yakni, satu bersifat amora dan sosial (tidak ada dalam undang-undang), dua melanggar hukum (ada dalam undang-undang). Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja dibagi menjadi dua yakni faktor dari dalam (endogen) yang berarti dari diri sendiri, sedangkan yang kedua faktor dari luar (eksogen) yakni orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Adapun cara-cara untuk menanggulanginya ada empat tahapan, tahapan yang pertama adalah Preventif (pencegahan), kedua adalah represif (tindakan akhir), ketiga adalah kuratif, dan yang keempaat adalah rehabilitasi.
SARAN
Semoga hasil kajian ini bisa bermanfaat agar nantinya dalam menangani para remaja bisa lebih efektif dan bisa menurunkan kasus kenakalan remaja

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

February 13, 2026

Populer

Playfina Bonuses and Promotions for New Zealand Players

Playfina runs a rich portfolio of bonuses and promotions tailored to players in New Zealand, combining multi-stage welcome packages, weekday free spins, weekly rakeback and monthly cashback offers. The site highlights large welcome stages with tiered deposit thresholds, explicit wagering multipliers and specified free spin destinations to give Kiwi players clarity before they opt in. Geared toward transparency, Playfina lists max bet limits and activation codes directly in the bonus descriptions so players can assess odds and compliance. For quick access and to verify current promotions visit https://playfinacasino.co.com/ and check the Promotions page for live offers and promo codes.

The welcome series at Playfina typically spans multiple deposits with percent matches and free spins for popular slots like Gold Rush with Johnny Cash and Elvis Frog TRUEWAYS. Standard wagering rules often apply - most deposit bonuses require 40x wagering on the bonus or on deposit plus bonus depending on the campaign. Free spin packs are delivered in batches for several days and expire within a seven day validity window after activation. Playfina enforces a strict max bet when a bonus is active - the NZD equivalent is commonly set near 8.5 NZD per spin or bet - and KYC verification may be required before withdrawals are processed.

Bonus type Key terms Min deposit
First deposit match 100% up to 300 EUR - x40 wagering 20 EUR / 20 USD / 20 NZD
Weekday free spins 50-500 FS depending on deposit - activate within 3 days 20 EUR / 20 NZD
High Roller VIP Up to 50% for deposits from 1,000 EUR - contact VIP 1,000 EUR

Playfina encourages responsible play and makes bonus rules explicit to prevent abuse - only one bonus can be active at a time and betting above the stated max when a bonus is active risks forfeiture of winnings. New Zealand players should read Bonus Terms and Conditions, note excluded games and track expiry timelines. For bespoke offers reach out to the VIP manager or support email, complete KYC to unlock larger bonuses and faster withdrawals, and follow activation steps carefully to ensure eligible promotions are credited and usable for genuine gaming enjoyment.

Reblz mobile gaming and app features for Sweden

Reblz delivers a modern mobile-first experience tailored to Swedish players who want fast, secure casino and sportsbook access on smartphones and tablets. The responsive website loads quickly in mobile browsers, with instant deposits via popular local and international methods, compact navigation, and clear menus that prioritise games, cashier functions and live chat. Players in Sweden will appreciate simplified registration flows, verification prompts optimised for mobile uploads, and accessible responsible gaming tools like deposit limits and session time reminders. Reblz also emphasises encryption and server location within the European Union to reassure users about privacy and data protection when gaming on public or home networks.

Mobile performance extends to game compatibility and Reblz supports dozens of leading providers optimised for touch controls and vertical play. Fast loading slots and adaptive live dealer streams reduce buffering for Swedish connections while maintaining high visual quality. Account security features like two-step verification options, secure payments and quick deposit limits let players manage risk directly from the app-style website interface. For more details and to try the mobile lobby on your device visit Reblz seamlessly where platform specifics, supported payment methods and regional promotions for Sweden are outlined clearly. Customer support via live chat is available 24/7 for mobile users.

Feature overviewBenefitSweden tip
CompatibilityTouch controls and fast loadRecommended for mobile data plans
PaymentsInstant deposits, varied methodsUse local cards or e-wallets securely
Support24/7 live chat and emailSwedish players get English support

Swedish players who prioritise on-the-go play will find Reblz mobile experience practical and secure, with easy deposits, speedy withdrawals for verified accounts and built-in protections like deposit limits and reality checks to promote responsible gaming. To maximise performance use a stable Wi-Fi connection or a generous mobile data plan, keep browser caches cleared, and complete KYC before first withdrawal to speed payouts. Remember the minimum deposit rules and bonus wagering limits when claiming promotions on mobile, and contact 24/7 live chat for any device-specific issue or verification help to keep sessions smooth and compliant with local regulations and enjoy playing

Bonuses and promotions at Reblz for Norway players

Reblz offers a competitive suite of bonuses and promotions tailored for Norway players, combining generous welcome packages with ongoing reloads, free spins and cashback deals. New players can expect tiered welcome rewards that include deposit matches, hundreds of free spins and a weekly cashback feature designed to soften losses. Terms and wagering vary by promotion so Norwegian customers should review bonus rules, min deposit limits, max bet restrictions and wagering multipliers before claiming any offer. For direct access to official campaign pages and latest promotional details visit the site here: https://reblzcasino.eu.com/ Be aware of expiry windows, contribution rates and max conversion caps when planning your strategy.

Understanding Reblz bonus mechanics helps you pick value promotions - most casino welcome offers carry a 25x wagering requirement applied to the deposit plus bonus, and free spin winnings often have no wagering but carry withdrawal caps. Minimum deposit thresholds typically start at €20 or 200 NOK while max bet limits during active bonuses are restricted to €5 or 50 NOK per spin. Cashback promotions usually require a qualifying deposit and active marketing consent and are subject to a 1x wager on Bonus Games before conversion to cash. Always verify country specific exclusions, game contribution tables and expiry timings to avoid forfeiting bonuses or triggering processing fees.

Promotion Wagering Min deposit
Welcome package 25x deposit+bonus €20 / 200 NOK
Free Spins Usually 0x wagering - winnings capped Varies by promo
Cashback weekly 1x wagering on Bonus Games Up to €5,000 cap

Norway players should treat promotions at Reblz as tools to extend play rather than guaranteed profit - plan bankrolls, respect max bet rules and track wagering progress regularly. If terms are unclear contact 24/7 support by live chat or email to resolve eligibility questions, document requests or bonus disputes quickly. Remember deposit and withdrawal rules can affect bonus eligibility and processing fees may apply for unused deposits. Staying informed about expiry windows, contribution tables and country specific limits will help Norwegian customers make better choices and enjoy a safer gambling experience on the platform.

Richmoose bonuses and promotions - UK guide

Richmoose offers a competitive range of bonuses and promotions tailored for United Kingdom players, combining welcome packages, regular reloads and targeted seasonal campaigns. New customers can usually expect a casino welcome bonus with free spins and a deposit match, while existing members benefit from cashback, free spins drops and reload rewards. Each promotion carries clear wagering rules, often 25x on deposit plus bonus for casino offers, with a minimum deposit threshold and a maximum bet limit while wagering requirements are active. Responsible gaming measures and eligibility checks are enforced, including verification and payment method restrictions that affect bonus eligibility. Visit https://Richmoose.eu.com/ for full terms and current offers.

For UK players it is vital to read promotional-specific terms before claiming any Richmoose bonus because eligibility, game contributions and expiry differ between offers. Most casino promotions require a minimum deposit of €20 or currency equivalent and set a maximum bet of €5 while wagering requirements are active. Wagering deadlines are strict - typically 48 hours to complete wagering after claiming, and many bonuses must be used within 72 hours once issued. Some payment methods such as Neteller, Skrill and Paysafe Card are excluded from casino deposit bonuses, so choose an eligible method. Cashback offers carry a low 1x wagering requirement and loyalty tiers increase the cashback rate up to 15%. Check campaign pages regularly for updated provider exclusions daily.

Promotion type Key terms UK notes
Welcome bonus 25x wager deposit+bonus Min deposit €20, max bet €5 while wagering
Free spins No wagering by default, 7 day validity Winnings capped €5,000
Cashback 1x wagering, weekly cap €5,000 Loyalty boosts to 10-15%

Choosing the right Richmoose promotion means checking eligibility, payment rules and wagering timelines before you commit funds. Always verify your account promptly to avoid withdrawal delays and be aware of KYC thresholds that may trigger document requests once deposits reach certain limits. If you need help interpreting bonus terms or disputing a promotion outcome, UK players can use 24/7 live chat or email support for clarification. Remember to enable sensible play settings and set deposit limits to enjoy promotions responsibly and preserve your gaming budget while maximizing the value of offers.