Dari beberpa artikel study empiris menunjukkan bahwa antara keluarga dan tempat kerja memiliki saling keterkaitan. Hasil survey menunjukan bahwa keluarga yang terwujud kesakinahan didalamnya berdampak pada produktivitas individu individu di tempat kerjanya. Begitu sebaliknya individu individu yang keluarganya belum tuntas belum terwujud kesakinahan di dalam rumah tangganya maka bisa mengurangi priduktivitas di tempat kerja, tidak fokus, mudah emosi dan tidak disiplin ditempat kerja. Maka disinilah pentingnya bagi kita semua yang untuk membangun rumah tangga yang penuh dengan kesakinahan.
Bagaimanakah Upaya membangun kesakinahan dalam rumah tangga..?
Di dalam kitab Uqudul Lujain Karya Syaikh Nawawi bin Umar Al Banteni disebutkan kisah tentang seorang sahabat yang ingin berkonsultasi tentang keinginannya untuk menceraikan istrinya, dia tidak suka dengan prilaku istrinya yang suka marah marah dan ngomel ngomel. Sesampainya dirumah Umar tatkala mau mengetuk pintu dan mengucap salam tiba tiba dia mendengar istri Sayyidina Umar memarahi dan ngomel kepada Sayyidina Umar. Mendengar dan tahu apa yang dialami pemimpinnya, dia mengurungkan niatannya . lalu berpaling dari rumah Sayyidina Umar, sambil bergumam amirul mukminin saja seperti ini, apalagi saya yang bukan siapa-siapa.
Dari dalam rumah Umar mengetahui kalau ada seorang sahabat yang ingin menemuinya, sehingga keluarlah Umar dan mempersilahkan sahabatnya untuk menyampaikan keperluanya. Sahabat itu pun menjelaskan bahwa dia bermaksud konsultasi terkait masalah keluarganya, namun saya sudah tahu jawabannya. Mendengar hal itu Umar Tersenyum, dan Sahabat tadi bertanya kepada Umar apakah aku juga harus seperti itu wahai Amirul mukminin….? “Ya, terimalah marahnya. Karena yang dilakukan istrimu tidak akan lama, hanya sebentar saja,” jawab Umar bin Khattab. Sahabat tersebut kemudian pulang dan tak jadi menceraikan istrinya.
Dari kisah tersebut dapat kita ambil ibroh bahwa kesakinahan dalam rumah tangga itu bukan rumah tangga yang adem ayem tanpa ada masalah , tetapi keluarga yang mampu mengihktiyarkan kesakinahan ketika menghadapi masalah.
Umar bin Khattab meneladankan bagaimana sikap mengihktiyarkan kesakinahan dalam rumah tangga ketika menghadapi masalah dengan istri. Yaitu dengan diam atau bahasa lainya menunda pembicaraan sampai dengan kondisi tenang. Karena terus berlalu dalam percakapan, maka seorang istri akan terus membuntuti dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hal tersebut bisa memperburuk keadaan, dengan dia atau menunda pembicaraan sampai dengan kondisi tenang adalah untuk menghindarkan dari hal hal yang lebih menyakitkan dan lebih buruk sekaligus sebagai upaya untuk tetap mewujudkan kesakinahan dalam berumah tangga..
Allahu ‘Alam Bishowab. Semoga kita dimudahkan dalam membentuk keluarga yang Sakinah.
( Materi SLC . Tuntas Rumah Tangga Tuntas Lembaga, 23 Nopember 2024 )