Juli 30, 2026 04:57

Duniamu Sedang Baik-baik Saja
July 29, 2026

Penulis :

KB-TK Islam Terpadu Al Uswah Tuban
Unit/jenjang TKIT

Penulis: Peni Agustini, S.Pd.

 

 

Alhamdulillah, tiada kata yang pantas kita panjatkan selain syukur kepada Allah SWT, atas segala limpahan kasih dan sayang-Nya.

 

Dunia yang berubah dengan sangat cepat di semua lini kehidupan, di semua lini kehidupan, terutama dalam segi ekonomi membuat sebagian orang terasa seakan-akan dunia sedang tidak baik-baik saja. Padahal dalam kitab-Nya, Allah sudah menjelaskan di QS. Al Ashar 1-3 yang menyebutkan tentang peringatan bahwa manusia mutlak berada dalam kerugian jika tidak memanfaatkan waktunya yang terus berjalan untuk beramal saleh.

Kutipan makna dari ayat diatas tentu saja membuat kita semua harus berpikir logis dan realistis. Tidak semuanya harus dipikirkan dengan membawa perasaan pribadi, tanpa mempertimbangkan yang ada di sekeliling, termasuk keberadaan dan kekuasaan Allah. Meratapi apa yang terjadi saat ini di lingkungan sekitar harus menjadikan kita lebih semangat untuk berubah dan berbenah.

Keadaan ekonomi masyarakat yang sedang lesu ditambah dengan kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, harusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa apa yang kita ikhtiarkan bersama untuk keluarga harus diiringi dengan tawakal ilallah, bukan sebaliknya ya. Berikhtiar atau dalam hal ini kita sebut dengan bekerja, harusnya dibarengi dengan amal saleh, agar hasil yang kita dapatnya menjadi berkah. Amal saleh yang penulis maksudkan disini adalah bekerja dengan:

  1.  Amanah, menjalankan aktivitas pekerjaan kita dengan senantiasa meluruskan niat semata-mata untuk menjalankan kewajiban dari Allah  agar mandiri, mampu berusaha dan menghindari diri dari sifat meminta-minta
  2. Jujur, tidak hanya dalam perkataan, namun ada kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan, sehingga proses dalam pekerjaan yang kita usahakan tetap dalam koridor rambu-rambu Allah SWT
  3. Sungguh-sungguh, dengan artian menerapkan etos kerja islami diantaranya menerapkan nilai-nilai bekerja secara tuntas dan profesional serta melakukan yang terbaik seolah-olah Allah melihat kita.
  4. Tidak melanggar syariat Islam, karena berkahnya penghasilan kita juga berasal dari proses yang kita lalui, maka perlunya menghindari riba, penipuan, kecurangan dan bersumpah palsu dalam bekerja.
  5. Seimbang antara pekerjaan dengan ibadah kepada Allah, agar kita selalu dalam penjagaan Allah SWT dengan tidak melakukan pembenaran atas kesibukan kita untuk melalaikan waktu beribadah kepada Allah.

 

Apabila amal saleh ini kita terapkan dalam proses aktivitas pekerjaan sehari-hari, insyaAllah kita berada di dunia yang sedang baik-baik saja. Namun ada kalanya proses yang kita lakukan belum seimbang dengan pendapatan yang masuk (menurut hitungan manusia), maka perlu penyesuaian hati dalam menyikapinya, yaitu dengan cara:

  1. Mengevaluasi pengeluaran, bisa jadi pengeluaran kita berlebih karena pengeluaran yang tidak penting, seperti sering acara keluar, pembelian barang yang jarang dibutuhkan atau bahkan bergaya hidup hedonis. Maka perlunya pencatatan anggaran agar presisi atau bahkan memangkas biaya yang tidak perlu sehingga penghasilan yang kita peroleh menjadi cukup
  2. Selalu bersyukur atas perolehan pendapatan yang kita peroleh, merasa cukup dan berusaha untuk mengelolanya dengan baik. Mencukupi kebutuhan perlu dilakukan, namun juga harus diingat untuk mengalokasikan pendapatan kita agar bisa menabung, berinfaq bahkan untuk membantu orang tua yang masih membutuhkan. Perlunya management yang tepat agar apa yang kita kelola mampu untuk memenuhi keluarga, sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
  3. Menambah penghasilan untuk mencukupi dari yang sudah kita usahakan. Tentu saja ini dilakukan diluar jam bekerja kita dan diupayakan yang dapat dilakukan secara fleksibel dan tidak mendholimi diri sendiri maupun keluarga. Dan sekali lagi perlu penegasan untuk tidak melakukan pekerjaan sampingan ini di dalam pekerjaan utama agar penghasilannya berkah. Tambahan penghasilan ini juga bisa kita dapatkan ketika bisa mengupgrade diri untuk memiliki kemampuan seperti berjualan, memasak, menjahit dan lain sebagainya
  4. Mengevaluasi hutang, disadari atau tidak hutang juga menjadi penghasilan yang kita peroleh, akan menjadi pengeluaran besar kita. Untuk itu sebisa mungkin menghindari hutang untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Apabila sudah terlanjur berhutang, bersegeralah melunasinya dan bertaubat agar kita dapat hidup dalam ketenangan.

Bisa jadi uraian diatas hanya sebagai teori belaka, namun apabila kita bisa mempraktekkannya dalam keseharian, maka ketika harga sandang, pangan, papan, pendidikan dan lainnya bisa kita kondisikan dengan perencanaan anggaran yang tepat. Dunia akan baik-baik saja ketika kita tetap bekerja dengan baik, mengkondisikan penghasilan dari pekerjaan kita dengan baik, maka Allah akan menjaga kita dengan segalan keberkahan-Nya. Bukankah di firman Allah juga disebutkan di QS. Al Baqarah 155 bahwa Allah akan menguji hambanya dengan rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan? Ujian inilah bukti kasih sayang Allah untuk meningkatkan derajat dan kualitas keimanan kita. Semoga kita semua selalu dalam penjagaan Allah manakala kita juga selalu mendekat kepada-Nya. Aamiin.

 

Wallahua’lam bishshowab

TAGS

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Terkini

July 29, 2026

Populer