Penulis : Rahayu Sulistianarini , S.Pd
Bismilah berangkat, ….
Kata ini yang kuucapkan ketika hendak menjalani jalan hidup baru, jalan yang sama sekali berbeda dengan apa yang telah aku lalui selama 18 tahun di kota ini, saat itu apa yang ada di benakku adalah berangkat ke kota lain untuk menuntut ilmu, tanpa ada pengetahuan apapun, jika mengenang kembali, yang kurasakan saat itu…tidak ada rasa, hanya berangkat…itu saja.
Berangkat…dengan restu orang tua, walau pada saat itu tidak ada kata yang menyatakan restu, tetapi melihat apa yang disiapkan, dilakukan, diantar, tidak ada teguran…dimana di tahun tahun berikutnya baru kusadari bahwa itu salah satu Bahasa restu dari orang tua ku.
Berangkat…dengan penampilan baru, yang sebelumnya tidak pernah mendalami, hanya terlintas, terpikir, ingin seperti itu, izin ke ibu, dibolehkan dengan syarat tidak boleh kembali ke penampilan awal, itulah saat pertama aku memakai kerudung, dan pakaian panjang…belum sempurna….yang terpikirkan hanya, aku nanti di kota orang, pakaian seperti ini mungkin bisa melindungiku, hanya itu.
“Aya..” Sebuah suara seketika membuatku mengarahkan seluruh hadapan ke sosok ini..”Ya Ap?”, April, nama teman ku ini, gadis borneo yang solihah, baik hati tapi galak hehe, “Ayo ikut aku” sahut dia lagi, “Kemana? Ngapain?” seperti biasa banyak pertanyaan akan kulancarkan kalau dia yang mengajak, belum sempat bertanya lagi tanganku sudah digenggaman nya dan wussh ditariknya menuju lantai dua kampusku sambil mnceramahiku “Kebanyakan tanya kamu itu, sudah ikut saja”, “Huh pemaksaan ini nama nya Ap”, “Dipaksa baik apa salahnya sih Ayaa”, akhirnya tanpa daya ku ikuti langkahnya.
Di lantai dua kampusku, di sebuah ruangan yang nyaman telah berkumpul beberapa kakak kelas dan teman seangkatanku, dan baru kali ini aku memasuki ruangan ini, sejak masuk di kampus ini tiga satu bulan yang lalu,”April..ini ada apa? Mau ngapain sih? Malu nih ga kenal semua”, “udah duduk sini disebelahku ga usah banyak omong dengarkan saja”.
Selang beberapa waktu, ada seseorang yang setahu ku adalah salah satu dosen di kampusku duduk didepan sambil menyampaikan sebuah materi. “Menjadi Pribadi Lebih Baik”, yang saat itu bagiku adalah materi biasa, karena terbiasa suka mendengarkan, materi ini kudengarkan dengan baik, tapi tidak paham sama sekali apa maksudnya, apa yang harus diperbaiki?, ada apa dengan diriku yang sekarang? Ada yang salah? Ah tau lah, yang penting duduk tenang disamping April, dari pada diceramahinya mending mendengarkan si bapak dosen yang lumayan juga hehe.
“Gimana Aya?” dengan wajah serius April bertanya “Apanya yang gimana?”, Dengan wajah polosku aku bertanya,”Iih gemes aku” kata si april sambil menarik bajuku, “ga kena yeee” sambil ku berlari meninggal kan nya…”syukurlah bebas dari ceramahnya” gerutuku qiqiqi
Sore hari yang cerah, aku bangun dari menikmati tidur siang ku dengan penuh syukur, karena sejak kuliah memang tidur siang adalah rezeki yang luar biasa yang bisa ku kunikmati bukan karena banyak kuliah atau banyak kegiatan di kampus, tapi banyak main main kesana dan kesini hehe….tiba-tiba..tok tok tok…”Assalamualaikum”…”Waalaikumussalam” sahutku ..”Siapa?”.., “Apriiil” jawab suara di balik pintu..dan segera kubangkit dari tempat tidurku, “iya pril bentar” dan April pun ikut tiduran di kamarku. “Ada pa pril? Tumben”, ujarku, “Ga pa pa Aya, pingin main aja…mau ikut istirahat bentar…ga pa pa? ” April menyampaikan dengan wajah yang kelihatan capek, “bentar tak ambilkan minum ya pril”, sambil beranjak ke dapur kutinggalkan April di kamarku, … 2 tahun lalu aku bertemu gadis Borneo ini, duduk di sebelahku, dan mengajak ku berkenalan lebih dulu ..sikap percaya dirinya membuatku kagum di pertemuan pertamaku, dibandingkan dengan diriku yang merasa rendah diri dan tidak percaya diri, tidak banyak yang kuketahui tentang keluarganya, yang kutahu dia dan adiknya bersekolah di kota ini, tinggal di asrama, dan ternyata dekat juga dengan rumah paman yang kutinggali sekarang ini, selain itu kita juga sekelas jadi semakin dekatlah kita karena sering berangkat dan pulang bersama. Kembali ke kamar kudapati dia tidur di tempat tidurku, hmm kasihan dia, pasti capek wira wiri ikut organisasi di kampus, hal yang tak pernah bisa kupahami, ngapain capek capek begitu?…akhirnya kubiarkan dia dan kulanjutkan kegiatan sore ku dengan bersih bersih dan mencuci baju.
Menjelang maghrib, kubangunkan April dari tidurnya, “April..ayo bangun..sudah hampir maghrib nih..”, “Alhamdulillah bisa tidur aya..makasih yaa” ujarnya, “Segera mandi gih, siap siap sholat maghrib yuk” kataku kepadanya, “Ok aku numpang mandi ya Aya Cantiik..tapi kamu sholat saja..aku lagi ga sholat” kata April sambil ngeloyor pergi, akhirnya aku sholat maghrib sendiri. Walau masih ngawur begini Alhamdulillah sejak di kota ini aku tidak pernah meningalkan sholat, dan paling lengkap lima waktu di sepanjang usia ini.
Setelah selesai semua, kami pun keluar untuk mencari makan, sambil jalan jalan berdua dengan nya, sambil kita berdua mengobrol santai, “Makan apa nih pril?, tanyaku, ‘Mmmm Sego kucing’ jawabnya dengan dialeg jawa ala april yang aneh, dua tahun bersamaku, salah satu hal yang tidak bisa kuajarkan padanya adalah bahasa jawa..dia selalu menyerah dengan logat dan memahami bahasa jawa ini “hahahaha…boso jowomu pril pril” dan kita berdua pun tertawa bersama, tidak terasa kita sudah sampai di angringkan pak tejo, angkringan ramai di sekitar rumah tempat tinggalku, harga nya terjangkau untuk mahasiswa – mahasiswa yang mempunyai jargon Harus Hemat Tiap Hari Tanpa Putus hehe, lalu kita pun mengantri di sana.
Tidak lama kami pun sudah bisa makan di lesehan yang telah disediakan angkringan Pak Tejo ini, tempatnya ramai, tapi tetap syahdu hehe, sebuah ciri khas dari kota ini, bagiku kota ini sangat spesial, tetap tenang di tengah tengah padatnya aktivitasnya, “April, boleh aku tanya sesuatu?”, pertanyaanku memecah keasyikan kami menikmati sajian sederhana beberapa nasi kucing, dan beberapa sate satean khas angkringan. “Apa Aya? jawab April, “Pril, kenapa sih kamu banyak banget kegiatan nya, sampai kamu cape banget begitu? apa sih yang kamu dapat?” setelah ku tahan beberapa waktu, akhirnya keluar juga pertanyaan ini, April pun menghentikan makan nya, berhenti beberapa saat, dan sepertinya pertanyaanku membuatnya berpikir, sampai akhirnya dia menjawab “Aya, aku tidak bisa menjawab lengkap untuk memenuhi rasa ingin tahumu, tapi aku akan menjawab dari versiku”, setelah minum teh poci hangat di depan nya, dia pun melanjutkan “ Bagiku, ketika orang lain bahagia ketika menerima apa yang telah aku lakukan untuk mereka, itu adalah sebuah hal yang sangan bisa membuat ku puas, dan merasa penuh, itu Aya”, aku pun terdiam, mencoba mencerna apa yang dia maksudkan, dan sepertinya dia mengetahui apa yang aku rasakan, sehingga dia melanjutkan lagi jawaban nya, “Mungkin bagimu jawaban ini kurang mengena dihati dan pikiranmu, dan hanya bisa kau mengerti ketika kau merasakan nya sendiri”, “Maksudmu?” jawabku sambil tetap tak mengerti, dan April menjawab kembali, “Besok mau ikut ?, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ku ada kegiatan di Desa Lestari untuk bantu bantu di sana” Kebetulan besok weekend dan agendaku besok adalah tidur hehe, maka akhirnya aku setuju untuk ikut kegiatan si April ini, “Ok siapa takut?” sambil bergaya sok superhero, dan kulihat dia tersenyum lebar mendengar jawabanku dan melihat tingkahku.
Keesokan harinya, pagi buta habis subuh, kita berdua sudah siap di depan kampus sambil menunggu teman teman April yang lain dan pintu gerbang terbuka, aku melihat pemandangan yang benar benar baru, di sekililingku, teman teman April yang sudah datang, laki laki perempuan semua sedang mengaji, untuk diriku yang ngajinya 1 lembar bisa dibagi dalam seminggu sampai 2 minggu tak terasa membuat diriku….nyaman, tiba tiba gerbang kampus terbuka, dan April pun mengajak ku ke ruang UKM Rohis yang ada di bagian belakang kampus, “Ayo bantu” ujarnya singkat, dan tanpa banyak tanya kukuti langkahnya, dan disana sudah menunggu banyak barang yang sudah terpaking rapi, yang kemudian aku tahu isinya adalah sembako dan beberapa perlengkapan lain, setelah beberapa orang datang, yang kutahu adalah teman teman April, April pun mengenalkan diriku pada teman teman nya, “Teman-teman perkenalkan ini Aya, hari ini alhamdulillah dapat tambahan tenaga nih”, dan kompak mereka pun menjawab, “Alhamdulillaaah”, sambil semua yang disitu memperkenalkan diri mereka kepadaku, tanpa melihat bentukan diriku, yah mereka semua sudah berpakaian rapi, pakai baju panjang dan jilbab yang ga sekedar mampir seperti yang ku pakai, dan sekali lagi aku merasa Nyaman…rasa yang baru, yang belum pernah ku rasakan di lingkungan ku sebelumnya. “Eh jangan melamun ayo cepat bantu nih ayaa” teriakan April menyadarkanku, “Eh iya mak segera cus ini” panggilan sayangku padanya karena sikapnya sangat mirip mak mak hehe, segera kubantu teman teman untuk mengangkat barang barang menuju kendaraan yang telah disediakan untuk menuju lokasi.
Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam sampailah kami di tujuan, sudah ada beberapa orang yang siap di lokasi menanti rombongan ini, “Aya, nanti ini agenda kita ada seremoni pembukaan, pembagian sembako, dan agenda bermain bersama anak anak kayak outbound gitu Aya, kamu bisa bantu jadi MC untuk acara anak anak?” , April menjelaskan alur acara secara singkat agenda hari ini, karena dia tahu diriku senang bermain dengan anak anak, maka dia memintaku menjadi pemandu acara, “Ok Siap Pril” sahutku, setelah beberapa saat, telah berkumpullah masyarakat desa di balai desa untuk mengikuti agenda hari ini, acara demi acara telah terlalui dengan baik, keseruan agenda bersama masyarakat dan anak anak warga desa tersebut, rasa bahagia terpancar dari para warga desa yang menerima bantuan, dari segala ucapan terimakasih dari mereka yang seakan tiada habisnya, begitu juga rasa puas yang ditunjukkan oleh para panitia dengan selalu semangat tanpa ada keluhan apapun yang keluar dari mulut mereka, walau aku tahu rasa capek pasti mendera setelah melalui proses mulai persiapan sampai pelaksanaan pada hari ini, meninggalkan kesan yang mendalam untuk diriku.
Sejak saat itu, aku pun semakin sering mengikuti April di setiap agenda UKM nya, setiap hari selalu bertambah ilmuku tenang bagaimana mengelola hati, mengelola sikap, dan bahkan ajaibnya cara berpakaian dan caraku menghadapi orang lain juga ikut berubah, dan rasanya nyaman, tidak ada hal yang mengganjal di hati, rasa tidak puas, tidak percaya diri atas diri ini pelan pelan memudar, berubah menjadi seorang muslimah yang lebih baik, walau belum yang terbaik…
7 Tahun Kemudian…
Berangkat…dari sikap diri yang jauh dari arahan, tuntunan yang benar menjadi pribadi yang lebih baik, membuat diri ini menjadi lebih tenang, lebih sabar, lebih haus ilmu.” Ukhti Aya…” Sebuah suara yang tidak asing membuatku tertegun, ditengah tengah keasyikan ku membantu temanku untuk memeriksa kesehatan masyarakat di daerah yang jauh dari yang bisa kupikirkan yang bisa kudatangi, tak mungkin suara ini, dan aku pun mengarahkan seluruh badanku kearah suara itu, “MasyaAllah Apriilll…” teriakku, sambil berlari aku pun menghampirinya dan memeluknya, dan seketika itu kita pun menangis bersama dalam pelukan.
Duduk berdua di ujung bukit desa tempat asal April “MasyaAllah Aya, hebat kamu bisa sampai sini” kata April sambil tersenyum, di dalam balutan gamis tosca senada dengan jilbab lebarnya yang berkibar diterpa angin, “ini karena kamu April, kamu lah yang telah membawaku kedalam hal yang luar biasa ini, makasih ya mak” ujarku, “Bukan aku Aya, tapi Allah yang menuntun kita, dan bisa membuat kita tetap pada pijakan ini” seperti biasa kata katanya yang dulu kuanggap sebagai ceramah mak mak, sekarang ini terdengar sangat adem di telingaku…Terimakasih April, semoga Allah memberikan balasan yang terbaik untukmu…
Diterbitkan di antalogi cerpen “Jejak Baru”Desember 2023
BIONARASI
Nama : Rahayu Sulistianarini dengan nama pena Ayu_Rini ,lahir di Tuban Jatim, 40 tahun yang lalu selain sebagai guru, aktivis sosial, dan aktif di beberapa organisasi masyarakat dia merupakan penulis pemula, memulai di usia yang tidak muda, tapi tetap semangat untuk belajar, buku ini adalah buku ke 2 nya, bisa disapa melalui www.ayyaliseworld.my.id